20 May 2022
Website Resmi Al-Ustadz Abu Yusuf Ubaid Bima Hafidzahullah

Diantara Keutamaan Hijab Syar’i (bagian kedua)

29 March 2021 06:33
  1. Berhijab dengan hijab syar’iy menunjukkan akan adanya kecemburuan atas orang yang mengenakannya.

     Yakni kecemburuan terhadap keimanan yang syar’iy, yang kaum muslimin di atas keadaan tersebut mereka terpelihara dan tercipta oleh Allah c. Dan di atas kecemburuan seperti itu muncul kerelaan mengorbankan diri dan harta untuk menjaga hal tersebut, yang dengan sebab itu pelakunya memperoleh pahala yang sangat besar, bahkan dapat menjadi sebab mati syahid bagi pelakunya ketika meninggal di atas keadaan itu, memiliki kedudukan yang sama dengan orang-orang yang mati syahid dalam peperangan. Ini sebagaimana yang ditunjukkan hadits Nabi g yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidziy (no. 1421), Abu Dawud (no. 4772), An-Nasaa`iy (no. 4105) dan Ibnu Majah (no. 2580), hadits yang disahihkan oleh Syaikh Al-Albani r, hadits dari Sa’id ibnu Zaid, Nabi g bersabda:

مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دِينِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دَمِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ

“Barangsiapa yang terbunuh karena membela hartanya maka ia syahid, barangsiapa yang terbunuh karena membela agamanya maka ia syahid, barangsiapa yang terbunuh karena membela darahnya (jiwanya) maka ia syahid dan barangsiapa yang terbunuh karena membela keluarganya maka ia syahid.”

 

  1. Menjadikan seorang wanita muslimah akan dibedakan dengan yang lainnya dari para wanita yang jauh dari adab syar’iy.

     Hal ini tentu adalah keutamaan yang besar tatakala beberapa orang dibedakan dan dikhususkan ciri kebaikannya oleh Allah c dengan lainnya.

 

  1. Menjadi sebab dimasukkannya seseorang wanita muslimah ke dalam surga Allah.

     Ini sebagaimana yang diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnad-nya (4/197), hadits dari Abdullah bin ‘Amr h, ia berkata:

 بَيْنَمَا نَحْنُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي هَذَا الشِّعْبِ إِذْ قَالَ انْظُرُوا هَلْ تَرَوْنَ شَيْئًا فَقُلْنَا نَرَى غِرْبَانًا فِيهَا غُرَابٌ أَعْصَمُ أَحْمَرُ الْمِنْقَارِ وَالرِّجْلَيْنِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ النِّسَاءِ إِلَّا مَنْ كَانَ مِنْهُنَّ مِثْلَ هَذَا الْغُرَابِ فِي الْغِرْبَانِ

“Ketika kami bersama Rasulullah g berada di jalan bukit ini, tiba-tiba beliau bersabda: “Lihatlah, apakah kalian melihat sesuatu?” kami menjawab, ”Kami melihat beberapa ekor burung gagak di antaranya ada yang sayapnya berwarna putih, paruh dan kakinya berwarna merah.” Rasulullah g lalu bersabda: ”Para wanita tidak akan masuk surga kecuali beberapa orang dari mereka, seperti burung gagak yang jenisnya sedikit ini di antara banyak burung gagak lainnya.”

     Hadits ini menunjukkan bahwa di antara sebab yang memasukkan seorang di dalam surga ialah dengan berhijab syar’iy. Dan sebagaiamana yang kita ketahui bersama bahwa wanita yang berhijab dengan hijab yang syar’iy sangatlah sedikit jumlahnya. Dan sedikitnya wanita yang berhijab dengan hijab syar’iy sebagaimana sedikitnya orang-orang yang utama diantara banyaknya orang selainnya. Sebagaimana burung gagak yang paruhnya putih di antara banyaknya burung gagak yang tidak berparuh putih lainnya. Maka betapa besar keutamaan yang ditunjukkan dari pemaparan ini bagi mereka yang berhijab dengan hijab syar’iy.

 

  1. Menjadikan seorang wanita itu diterima di tengah masyarakatnya.

     Karena itu pada hadits riwayat Imam Al-Bukhari (no. 5090) dan Imam Muslim (no. 1466), hadits dari Abu Hurairah h, Nabi g ketika menjelaskan tentang perempuan dan laki-laki yang berhak dipilih ketika datang melamar, beliau bersabda:

فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung..”

 

  1. Menjadi sebab selamatnya seorang wanita dari gangguan orang-orang bodoh yang jauh dari agama.

     Ini disebutkan oleh Allah c dalam Al-Qur`an:

يَٰنِسَآءَ ٱلنَّبِيِّ لَسۡتُنَّ كَأَحَد مِّنَ ٱلنِّسَآءِ إِنِ ٱتَّقَيۡتُنَّۚ فَلَا تَخۡضَعۡنَ بِٱلۡقَوۡلِ فَيَطۡمَعَ ٱلَّذِي فِي قَلۡبِهِۦ مَرَض وَقُلۡنَ قَوۡلا مَّعۡرُوفا

“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (berlemah lembut) dalam berbicara sehingga orang yang ada penyakit dalam hatinya berandai-andai, dan ucapkanlah perkataan yang baik,.”[1]

 

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّأَزۡوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ يُدۡنِينَ عَلَيۡهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّۚ ذَٰلِكَ أَدۡنَىٰٓ أَن يُعۡرَفۡنَ فَلَا يُؤۡذَيۡنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورا رَّحِيما

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbab-nya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”.[2]

     Dengan adanya dua Ayat ini, menisyaratkan kepada kita bahwa orang-orang yang terfitnah dengan para wanita diantara orang-orang lalai dan bodoh dari agama, mereka sangat ingin mendengar suara lirih wanita, maka ketika wanita merendahkan dan membuat lirih suaranya, itu akan menjadi fitnah bagi para lelaki, maka bagaimana lagi jika ia menampakkan wajahnya? Maka pemahaman yang kita dapatkan dari ayat-ayat tersebut yakni, wanita yang berhijab dengan hijab syar’iy itu akan terhindar dari gangguan mereka.

 

  1. Menjadi sebab tetap dan kokohnya ikatan pernikahan.

     Karena ketika para wanita menjaga hijab syar’iynya maka para lelaki tidak akan mengenal kecuali istri mereka. Dengan sebab mereka tidak melihat dan tidak mengenali wanita-wanita lain maka hal itu akan membuat mereka merasa cukup dengan apa yang mereka lihat dari istri mereka.

     Seandainya para wanita mengetahui keutamaan ini niscaya mereka tidak akan ber-tabarruj menampakkan perhiasan (keindahan wajah dan tubuh)nya kecuali pada suami mereka saja.

     * * *

     Serta masih banyak lagi keutamaan lainnya.

     Demikian inilah beberapa keutamaan yang akan didapatkan wanita muslimah ketika berhijab dengan hijab syar’iy dan berpegang dengan adab-adab syar’iy yang dituntunkan dalam syariat islam.

 

 

Sumber : Buku "Hadiah Untuk Muslimah (Hukum Seputar Hijab Syar'i dan Tabarruj)" Karya Ustadz Abu Yusuf Ubaid Bima

 

[1]    Al-Qur`an Surah Al-Ahzaab (33): 32.

[2]    Al-Qur`an Surah Al-Ahzaab (33): 59.

Kategori:

Tag:

Bagikan ke media sosial

Komentar:

Baca Juga