20 May 2022
Website Resmi Al-Ustadz Abu Yusuf Ubaid Bima Hafidzahullah

Adakah do’a khusus untuk orang tua yang meninggal dalam keadaan kafir?

29 March 2022 16:54

Pertanyaan:

Assalamualaikum Ustadz ‘afwan sampai sekarang saya sedih memikirkan ibu saya yang meninggal sejak tahun 2010 yang lalu dengan keadaan bukan muslim karena saya sendiri mualaf dari -+2tahun lalu, pertanyaannya apakah ada doa khusus untuk memohon ampun buat ibu saya dialam sana? Jazakallah khair wa barakallahu fiik.

Jawaban:

Semoga Allah menambah hidayah untuk kita semoga tetap Istiqomah.

Ketika seorang meninggal dalam keadaan kafir maka tidak bermanfaat lagi baginya anak, harta dan keluarganya, Allah azza wajalla berfirman:

{كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ (38) إِلَّا أَصْحَابَ الْيَمِينِ (39) فِي جَنَّاتٍ يَتَسَاءَلُونَ (40) عَنِ الْمُجْرِمِينَ (41) مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ (42) قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ (43) وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ (44) وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ (45) وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ (46) حَتَّىٰ أَتَانَا الْيَقِينُ (47) فَمَا تَنفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِينَ (48) فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِينَ (49) كَأَنَّهُمْ حُمُرٌ مُّسْتَنفِرَةٌ (50) فَرَّتْ مِن قَسْوَرَةٍ (51) بَلْ يُرِيدُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ أَن يُؤْتَىٰ صُحُفًا مُّنَشَّرَةً (52) كَلَّا ۖ بَل لَّا يَخَافُونَ الْآخِرَةَ (53) كَلَّا إِنَّهُ تَذْكِرَةٌ (54) فَمَن شَاءَ ذَكَرَهُ (55) وَمَا يَذْكُرُونَ إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ ۚ هُوَ أَهْلُ التَّقْوَىٰ وَأَهْلُ الْمَغْفِرَةِ (56)} [المدثر : 38-56]

"Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,( 39 ) kecuali golongan kanan,( 40 )   berada di dalam surga, mereka tanya menanya,( 41 )tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,( 42 ) "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?"( 43 ) Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,( 44 ) dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,( 45 ) dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya,( 46 ) dan adalah kami mendustakan hari pembalasan,( 47 ) hingga datang kepada kami kematian".( 48 ) Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa'at dari orang-orang yang memberikan syafa'at.( 49 ) Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?,( 50 ) seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut,( 51 ) lari daripada singa.( 52 ) Bahkan tiap-tiap orang dari mereka berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran yang terbuka.( 53 ) Sekali-kali tidak. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat.( 54 ) Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya Al Quran itu adalah peringatan.( 55 ) Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran daripadanya (Al Quran).( 56 ) Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran daripadanya kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dia (Allah) adalah Tuhan Yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan berhak memberi ampun."

Kita bersabar, semua telah ditentukan oleh Allah azza wajalla.

Nabi kita Muhammad ﷺ saja tidak bisa menyelamat pamannya, Ayah bahkan ibu beliau karena hidayah semua ada di tangan Allah azza wajalla

{إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ} [القصص : 56]

"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk."

 Ayat ini turun saat beliau bersedih ketika tidak mampu menuntun pamanya Abu Thalib untuk masuk islam dan meninggal diatas kekafiran.

Wallahu a'lam semoga Allah azza wajalla memberikan hidayah dan Taufiq kepada kita semua.

Dijawab Oleh Ustadz Abu Yusuf Ubaid Bima حفظه الله

Kategori:

Tag:

Bagikan ke media sosial

Komentar:

Baca Juga